Dibuai Kelezatan Jamur

Jamur tiram yang memesona juga lezat luar biasa (foto by ISTIMEWA)

JAMUR, jenis tumbuhan yang satu ini identik dengan tanaman yang kaya kandungan klorophil karena kurang mampu mengembangbiakkan diri melewati proses photosintesis. Namun, jamur memiliki kemampuan menyerap nutrisi dari beragam material yang ada di sekitarnya untuk bertahan hidup. Di pasaran ada begitu banyak variasi jamur yang aman dikonsumsi. Nama, jenis, ukuran, warna, dengan tekstur yang indah hingga yang paling aneh. Dengan kelembutannya yang memesona hingga penampilannya yang paling vulgar. 

Lepas dari penampilannya, jamur sangat disukai lantaran kelezatan serta kandungan nutrisinya yang relatif lengkap. Citarasa jamur juga sangat lezat, bahkan menyamai kelezatan dan kekenyalan daging ayam atau sapi. Bagi penganut gaya hidup vegetarian, jamur menjadi salah satu jenis sayuran yang paling banyak dipilih.

Jamur, bukan saja diolah menjadi tumisan sayur, sup, atau salad. Jamur juga bisa disuguhkan sebagai cemilan selingan yang sehat. Jamur dengan ukuran besar, misalnya jamur portobello, jamur khas Italia berbentuk bulat mirip jamur payung ini memiliki ukuran diameter relatif besar, sehingga bisa diisi dengan beragam isian, kemudian dipanggang hingga matang.

Citarasa jamur pun selain lezat juga dikenal sangat eksotis. Jamur morel, jamur chanterelle, dan jamur tiram adalah beberapa contoh. Bentuk dan ukuran jamur yang dikenal liar ini sangat indah dan memiliki ukuran serta diameter relatif besar dibandingkan jenis jamur lainnya. Daging jamurnya pun sungguh kenyal dan kaya serat.

Mereka yang tengah berdiet, banyak menjatuhkan pilihan menu pada jamur. Itu lantaran jamur mengandung 90 persen air dan hanya secuil saja kalori. Sementara kandungan lemak dan karbohidratnya sangat rendah dan jauh dari kolesterol. Protein dan vitamin (B, C, D, A) menambah keunggulan jamur. Mengolah jamur membutuhkan ketelatenan, karena dalam proses memasak kandungan vitamin pada jamur bisa mudah rusak.

Beberapa jenis jamur bisa ditemukan tumbuh sepanjang tahun. Misalnya jamur portobello, shitake, cremini dan jamur tiram. Sementara jamur porcini, morel, chanterelle, hanya ditemukan dalam musim-musim tertentu saja.

Beberapa jamur jenis ini memang jarang ditemukan di Indonesia. Beberapa jamur ada yang diimpor dan bisa ditemukan di sejumlah pasar swalayan terkemuka saja. Ada yang dalam kondisi segar, namun lebih banyak yang ditemukan dalam kondisi sudah dikeringkan.

Tidak terlalu susah untuk memilih jamur yang baik. Untuk jamur segar, pilih jamur yang masih segar, warna dan teksturnya belum berubah warna, dagingnya tetap lembut dan kenyal, serta tidak lembek. Pastikan tidak ada warna cokelat di bagian bawah tudung jamur ataupun tepian tudung yang menandakan jamur sudah mulai layu.

Sementara untuk jamur yang sudah dikeringkan, pastikan jamur dikemas dalam kemasan yang tidak cacat, meski hanya seukuran lubang jarum. Karena kemasan yang cacat akan memengaruhi citarasa jamur ketika diolah.

Jika memiliki jumlah jamur berlebih dan belum sempat mengolahnya, jamur bisa disimpan di dalam lemari es, namun jangan mencucinya terlebih dulu. Sebaiknya pula, jamur tidak dikemas dalam plastik saat akan disimpan di dalam lemari es. Jamur akan bertahan tiga hingga empat hari dalam lemari pendingin. Cara terbaik menikmati kelezatan jamur adalah dengan mengolahnya secepat mungkin dan tanpa transit di dalam lemari es. Jika tidak, gunakan saja jamur dalam kemasan kaleng atau jamur yang sudah dikeringkan.

Mengolah Jamur

Jamur kuping yang kenyal (foto by ISTIMEWA)

Jangan memotong-motong jamur jika tidak segera diolah menjadi masakan. Sebaiknya jangan memakai air untuk membersihkan jamur dari kotoran, karena air justru akan merusak citarasa dan tekstur jamur. Cukup gunakan sikat bergigi lembut untuk menyingkirkan kotoran dan tanah yang menempel di badan jamur. Jika memang terpaksa harus menggunakan air, gunakan sesedikit mungkin air dan segera keringkan dengan serbet kertas.

Untuk jamur yang sudah dikeringkan, lembutkan dengan mencelupkannya dalam air panas atau kaldu ayam selama 30 menit, baru kemudian keringkan sisa air dan kaldu yang menempel pada jamur dengan menggunakan serbet kertas. Itu karena sisa air atau kaldu ayam tetap terbawa jamur ketika diolah menjadi masakan. Atau, cuci kembali jamur jika masih terdapat sisa tanah atau kotoran yang terselip di antara badan jamur, kemudian keringkan dan olah seperti biasa. ***

Iklan

Tentang trihatma

...KETIKA UJARAN TIDAK LAGI DIDENGAR, MAKA KANAL YANG MENAWARKAN BEGITU BANYAK LABIRIN KATA KATA MENJADI PILIHAN. DI SINILAH SAYA MEMBERI PENANDA, SEBATAS RANGKAIAN KATA KATA, YANG SETIDAKNYA SANGAT BERMAKNA BUAT SAYA, SEMOGA DEMIKIAN DENGAN SEJAWAT DI BELAHAN MANAPUN ANDA BERADA...
Pos ini dipublikasikan di Harian Surya, Racikan Tri... dan tag , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s