Kenali Daya Tahan Bahan Sebelum Menyimpan

Brokoli (foto:istimewa)

SUNGGUH menyebalkan di saat berencana menyantap buah, ups…semangka, apel, dan pepaya yang tersimpan di dalam kulkas ternyata sudah tidak laik dikonsumsi. Apa yang salah? Padahal semuanya sudah tersimpan dengan benar di dalam kulkas. Sudah saatnya mengenal daya tahan simpan dan cara menyimpan bahan pangan dengan cara benar. Menyimpan telur ayam tentu berbeda dengan menyimpan daging. Demikian pula tidak semua daging (ayam, sapi, kambing, ikan) ataupun olahannya disimpan dengan cara yang sama. Tempat menyimpan dan daya tahan simpan setiap bahan pun juga memiliki waktu berbeda. 
Selain itu, tidak semua bahan pangan lebih awet jika disimpan di dalam kulkas. Dengan memahami karakter setiap bahan pangan, cara menyimpan, dan tempat penyimpanannya, tentu akan lebih menguntungkan, karena kita tidak terjebak mengonsumsi bahan pangan kedaluwarsa. Atau, membeli hanya untuk kemudian membuangnya ke tempat sampah.

Itu sebabnya pada setiap kemasan makanan selalu dicantumkan label dan petunjuk penyimpanan, batas kedaluwarsa, selain petunjuk pengolahan. Jadikan ini sebagai petunjuk pertama mengenali bahan sebelum membelinya. Terlebih jika kita memiliki kebiasaan memborong bahan pangan dalam jumlah banyak, pastikan bahan pangan yang dibeli memiliki masa kedaluwarsa maksimal.

Jangan membeli produk yang hanya tersisa beberapa bulan saja usia kedaluwarsanya. Produk dengan batas kedaluwarsa satu tahun atau dua hingga tiga tahun ke depan akan lebih baik dibeli. Dukung batas kedaluwarsa ini dengan cara menyimpan dan tempat menyimpan yang benar.

Kulkas atau lemari pendingin pun bukan selalu menjadi solusi jitu untuk mengamankan bahan pangan agar tetap awet hingga saatnya digunakan. Ada bahan pangan yang harus masuk frezer agar awet lebih lama. Ada yang cukup disimpan di dalam rak pendingin saja, karena suhu yang tepat akan mendukung daya simpan bahan lebih lama. Itu sebabnya sebuah kulkas yang baik selalu dilengkapi dengan pengatur suhu.

Memahami pengatur suhu lemari pendingin tentu lebih baik lagi. Suhu untuk frezer idealnya berada dalam kisaran 0 derajat Celsius atau minus lima derajat Celsius. Sementara suhu di dalam lemari pendingin sebaiknya diatur dalam kisaran 16 derajat Celsius atau di bawahnya.

Saat menyimpan bahan di dalam kulkas/frezer juga tidak asal simpan. Ada bahan yang harus dikemas dalam wadah khusus, dibungkus plastic hampa udara, tidak perlu dicuci terlebih dulu, baru dimasukkan ke dalam kulkas atau frezer.
Telur ayam misalnya. Idealnya tidak usah dibasuh atau dicuci sebelum dimasukkan ke dalam rak telur di di dalam kulkas.

Daun selada, cabai, asparagus, dan kubis jangan dicuci, namun kemas dalam bungkus plastic sebelum disimpan di dalam kulkas. Dengan cara memperlakukan dan menyimpannya dengan benar, bahan-bahan pangan ini akan awet lebih lama. ***

Iklan

Tentang trihatma

...KETIKA UJARAN TIDAK LAGI DIDENGAR, MAKA KANAL YANG MENAWARKAN BEGITU BANYAK LABIRIN KATA KATA MENJADI PILIHAN. DI SINILAH SAYA MEMBERI PENANDA, SEBATAS RANGKAIAN KATA KATA, YANG SETIDAKNYA SANGAT BERMAKNA BUAT SAYA, SEMOGA DEMIKIAN DENGAN SEJAWAT DI BELAHAN MANAPUN ANDA BERADA...
Pos ini dipublikasikan di Fitur-fitur Itu, Harian Surya, Jalan Rasa, Racikan Tri... dan tag , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s