<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Blog Remeh Temeh Tri Hatma</title>
	<atom:link href="http://trihatmaningsih.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://trihatmaningsih.wordpress.com</link>
	<description>Cerita Remeh Sehari-hari</description>
	<lastBuildDate>Sun, 04 Dec 2011 01:19:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='trihatmaningsih.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Blog Remeh Temeh Tri Hatma</title>
		<link>http://trihatmaningsih.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://trihatmaningsih.wordpress.com/osd.xml" title="Blog Remeh Temeh Tri Hatma" />
	<atom:link rel='hub' href='http://trihatmaningsih.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Ratna Indraswari Ibrahim,   Di Mana Oase dan Magma Itu Bertemu</title>
		<link>http://trihatmaningsih.wordpress.com/2011/03/28/ratna-indraswari-ibrahim-di-mana-oase-dan-magma-itu-bertemu/</link>
		<comments>http://trihatmaningsih.wordpress.com/2011/03/28/ratna-indraswari-ibrahim-di-mana-oase-dan-magma-itu-bertemu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Mar 2011 13:03:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>trihatmaningsih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cermin...]]></category>
		<category><![CDATA[Harian Surya]]></category>
		<category><![CDATA[Saatnya Berbagi...]]></category>
		<category><![CDATA[budayawan]]></category>
		<category><![CDATA[cerpenis]]></category>
		<category><![CDATA[Harian Kompas]]></category>
		<category><![CDATA[ratna indraswari ibrahim]]></category>
		<category><![CDATA[sastrawan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://trihatmaningsih.wordpress.com/?p=333</guid>
		<description><![CDATA[Aku merasa pusing dan ingin keluar saja dari kamar ini / Kau menahanku, cobalah sejenak di sini….. / Betapa kecil! / Di tempatmu dingin dan kau hampir tertutup / Lantas dia menyanyi bersama topeng itu / Seperti pisau tajam / &#8230; <a href="http://trihatmaningsih.wordpress.com/2011/03/28/ratna-indraswari-ibrahim-di-mana-oase-dan-magma-itu-bertemu/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=trihatmaningsih.wordpress.com&amp;blog=7949604&amp;post=333&amp;subd=trihatmaningsih&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://trihatmaningsih.files.wordpress.com/2011/04/ratna-indraswari-ibrahim-_foto-istimewa.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-334" title="RATNA INDRASWARI IBRAHIM _FOTO ISTIMEWA" src="http://trihatmaningsih.files.wordpress.com/2011/04/ratna-indraswari-ibrahim-_foto-istimewa.jpg?w=640" alt=""   /></a></p>
<p><em>Aku merasa pusing dan ingin keluar saja dari kamar ini / Kau menahanku, cobalah sejenak di sini….. / Betapa kecil! / Di tempatmu dingin dan kau hampir tertutup / Lantas dia menyanyi bersama topeng itu / Seperti pisau tajam / Kebisingan menyakitiku…</em></p>
<p><em><strong>GERAKAN</strong></em> (November 1979) adalah judul salah satu puisi dari puluhan puisi karya cerpenis Indonesia, <strong>Ratna Indraswari Ibrahim</strong>. Puisi yang sama ia munculkan dalam blog-nya yang belum sempat terupdate dalam kurun waktu lama.<span id="more-333"></span></p>
<p>Perempuan yang pada 24 April 2011 mendatang akan genap berusia 62 tahun itu, pada akhirnya harus takluk pada suratan hidupnya. Senin (28/3), pukul 09.55 WIB, Ratna mengakhiri perjalanan panjangnya di ruang unit stroke, pavilion bougenville RSUD dr Sjaiful Anwar Malang, setelah beberapa kali sempat dirawat di rumah sakit yang sama.</p>
<p>Kali ini, Ratna memang menyerah untuk selamanya. Namun tidak untuk semangatnya yang luar biasa itu. Rasanya terlalu naïf menilai sosok perempuan yang secara fisik kurang beruntung dibandingkan sesamanya itu sebagai perempuan yang cacat. Karena, semangat Ratna yang diwariskan dalam lebih dari 400 cerita pendek, novel, puisi, juga buku belajar menulis itu adalah bukti semangat yang tak akan pernah padam.</p>
<p>Bagi saya pribadi yang mengenalnya semenjak tahun 1990, Mbak Ratna –demikian saya dan banyak teman jurnalis lain menyapanya– ibarat oase yang sungguh menyejukkan. Bukan hanya ucapannya, tatapannya yang menenangkan, atau bahkan tawanya yang acapkali membahana yang rasanya muskil datang darinya, selalu membuat siapa saja bisa kembali tenang. Tak sekadar oase, bertemu Mbak Ratna bagi saya berarti sekaligus kesempatan ‘mencuri’ magma yang terus bergolak dalam dirinya dan mampu menularkan semangat yang sama saat yang bertandang ke rumahnya.</p>
<p>Rumah kuno (dibangun tahun 1914) di jalan Diponegoro 3 Malang itu memang tidak pernah menutup pintunya bagi siapapun yang ingin bertandang ke sana setiap saat. Suara tawa yang kadang disertai dengan candaan dan gojlokannya itulah yang mampu membuat siapa saja tersipu-sipu saat dikerjainya.</p>
<p>Dari sisi karya tulisnya, mbak Ratna tak pelak sudah kenyang mendapat apresiasi juga pujian dari sana-sini. Termasuk dari <em>Harian Kompas</em> yang menganjarnya dengan Anugerah Kesetiaan Berkarya (2005) dan membukukan cerpennya <em>Baju</em> dalam <em>Jl. Asmaradana: Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2005</em>. Bersama Baju karyanya, terkumpul di dalamnya cerpen Agus Noor <em>(Kupu-kupu Seribu Peluru</em>), Radhar Panca Dahana (<em>Senja Muram, Daging di Mulutnya)</em>, Gus tf Sakai <em>(Belatung)</em>, Veven Sp Wardhana <em>(Dari Mana Datangnya Mata</em>), Sunaryono Basuki Ks <em>(Sepasang Kera yang Berjalan dari Pura ke Pura)</em>, Indra Tranggono <em>(Bulan Terbingkai Jendela)</em>, Nh Dini <em>(Daun-daun Waru di Samirono)</em>, dan Kurnia Effendi<em> (Roti Tawar)</em>.</p>
<p>Saya tak berhak mengapreasisi karya mbak Ratna yang sudah diwiwitinya semenjak belia, di usia delapan tahun. Kecintaan keluarga pada buku, serta cita-cita musnah ibundanya yang gagal menjadi penulis seolah dibayarnya lunas dengan menjadi Ratna yang dikenal orang selama ini, cerpenis, bahkan budayawan layak disandangnya. Pada mbak Ratna, saya justru melihat oase yang tak pernah surut itu.</p>
<p>Sosoknya acapkali mengecoh banyak mereka yang terlahir sempurna.  Sebelum radang tulang (rachitis) di saat usianya 10 tahun mengubah fisiknya sedemikian rupa, tidak mampu menggerakkan kedua tangan dan tungkainya, hari-harinya dihabiskan  di kursi roda, dan sepenuhnya mengandalkan bantuan orang, untuk makan, minum, terutama untuk menuangkan semua gagasan yang ada di benaknya.</p>
<p>“Jadi, kalau membalas salam saja yo nunggu bantuan sik rek,” celetuknya enteng, lewat situs jejaring social facebook. Sama persis dengan judul puisinya di atas, mbak Ratna tidak merasa tersandera dengan kekurangan fisiknya. Justru imajinasinya yang meruah itu kemudian tertuang dalam karya-karyanya yang mampu terbang bebas melampaui semua kekurangan dirinya. Setidaknya bagi saya pribadi, mbak Ratna adalah di mana oase dan magma itu bertemu.</p>
<p><em>Selamat jalan mbak Ratna.</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/trihatmaningsih.wordpress.com/333/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/trihatmaningsih.wordpress.com/333/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/trihatmaningsih.wordpress.com/333/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/trihatmaningsih.wordpress.com/333/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/trihatmaningsih.wordpress.com/333/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/trihatmaningsih.wordpress.com/333/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/trihatmaningsih.wordpress.com/333/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/trihatmaningsih.wordpress.com/333/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/trihatmaningsih.wordpress.com/333/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/trihatmaningsih.wordpress.com/333/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/trihatmaningsih.wordpress.com/333/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/trihatmaningsih.wordpress.com/333/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/trihatmaningsih.wordpress.com/333/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/trihatmaningsih.wordpress.com/333/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=trihatmaningsih.wordpress.com&amp;blog=7949604&amp;post=333&amp;subd=trihatmaningsih&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://trihatmaningsih.wordpress.com/2011/03/28/ratna-indraswari-ibrahim-di-mana-oase-dan-magma-itu-bertemu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8cb21c35194cce2f7bae5804deda8572?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">trihatmaningsih</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://trihatmaningsih.files.wordpress.com/2011/04/ratna-indraswari-ibrahim-_foto-istimewa.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">RATNA INDRASWARI IBRAHIM _FOTO ISTIMEWA</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Solusi Feng Shui untuk Kamar Pengantin</title>
		<link>http://trihatmaningsih.wordpress.com/2010/05/31/solusi-feng-shui-untuk-kamar-pengantin/</link>
		<comments>http://trihatmaningsih.wordpress.com/2010/05/31/solusi-feng-shui-untuk-kamar-pengantin/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 May 2010 15:05:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>trihatmaningsih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ajar Feng Shui]]></category>
		<category><![CDATA[Harian Surya]]></category>
		<category><![CDATA[arah kompas]]></category>
		<category><![CDATA[feng shui]]></category>
		<category><![CDATA[hoki]]></category>
		<category><![CDATA[kamar pengantin]]></category>
		<category><![CDATA[kepala ranjang]]></category>
		<category><![CDATA[kua]]></category>
		<category><![CDATA[yin yang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://trihatmaningsih.wordpress.com/?p=329</guid>
		<description><![CDATA[Will you Marry Me? (foto by ISTIMEWA) MENIKAH hanya sekali seumur hidup, maka bagi mereka yang melangsungkan pernikahan tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk berbuat semaksimal mungkin agar pernikahannya sukses besar.  Feng Shui terkait dengan energi lingkungan, oleh karena itu Feng &#8230; <a href="http://trihatmaningsih.wordpress.com/2010/05/31/solusi-feng-shui-untuk-kamar-pengantin/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=trihatmaningsih.wordpress.com&amp;blog=7949604&amp;post=329&amp;subd=trihatmaningsih&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://trihatmaningsih.files.wordpress.com/2010/05/bride-foto-by-istimewa.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-330" title="bride - foto by istimewa" src="http://trihatmaningsih.files.wordpress.com/2010/05/bride-foto-by-istimewa.jpg?w=200&#038;h=300" alt="" width="200" height="300" /></a></p>
<p>Will you Marry Me? (foto by ISTIMEWA)</p>
<p>MENIKAH hanya sekali seumur hidup, maka bagi mereka yang melangsungkan pernikahan tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk berbuat semaksimal mungkin agar pernikahannya sukses besar.  Feng Shui terkait dengan energi lingkungan, oleh karena itu Feng Shui berperan dalam penataan lingkungan hidup manusia, baik secara wilayah maupun bangunan serta skala yang lebih kecil, yaitu interior. Interior kamar tidur merupakan satu unsur penting bagi pasangan yang hendak melangsungkan pernikahannya. Bagaimana Feng Shui memberi solusi untuk kamar pengantin? Berikut ini saya kutip saran Dr Mauro Rahardjo dan Lelyana Rahardjo, pengasuh rubrik konsultasi Feng Shui di<em> Harian Surya.</em><br />
<span id="more-329"></span>Mengapa demikian?  Karena satu awal yang baik menandakan separo pekerjaan sudah selesai (good beginning is half success). Ini artinya dengan didukung oleh kamar pengantin yang bagus Feng Shuinya, maka pasangan ini sudah menandai sukses hidup perkawinan untuk masa depannya. Yaitu keharmonisan, kasih sayang, dan kerukunan yang berbuah cinta kasih.</p>
<p>Bagaimana kamar pengantin yang cocok untuk pasangan? Setiap pasangan memiliki KUA, yaitu arah-arah kompas yang baik dan buruk menurut Feng Shui. Karena ada delapan arah mata angin, maka ada empat arah yang baik dan empat arah yang buruk.</p>
<p>Arah-arah yang baik menurut Feng Shui metoda Ba Zhai itu terbagi menurut empat macam energi yang berpengaruh, yaitu baik untuk kemakmuran (Sheng Chi), baik untuk kesehatan (Tian Yi), baik untuk keharmonisan rumah tangga (Nian Yan), dan baik untuk ketenangan hati dan perkembangan kejiwaan (Fu Wei).</p>
<p>Dalam penataan kamar pengantin, arah keharmonisan rumah tangga adalah yang terpenting. Bila kedua pasangan memiliki arah yang berbeda, maka posisi ranjang pada kamar pengantin berada pada sektor baik seorang calon dan arah kepala ranjang baik untuk pasangannya.</p>
<p>Bagaimana menata perabotan kamar pengantin?  Kamar tidur pengantin yang terutama terdiri dari ranjang pengantin, lemari pakaian, meja rias, lemari kecil, dan sofa jika ada. Bagi mereka yang memiliki banyak sumber, bisa saja ada beberapa perabot pelengkap lainnya yang mengisi kamar pengantin. Tetapi perabotan tambahan itu tidak merupakan perlengkapan utama.</p>
<p>Cara meletakkan ranjang pengantin di dalam kamar adalah dengan mengarahkan kepala ranjang pada arah kompas yang memberikan pengaruh keharmonisan rumah tangga (Yan Nian). Sedapat mungkin kepala ranjang bersandar pada dinding (bukan jendela), posisi ranjang juga tidak terpotong oleh pintu masuk kamar. Bagaimana?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/trihatmaningsih.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/trihatmaningsih.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/trihatmaningsih.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/trihatmaningsih.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/trihatmaningsih.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/trihatmaningsih.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/trihatmaningsih.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/trihatmaningsih.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/trihatmaningsih.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/trihatmaningsih.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/trihatmaningsih.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/trihatmaningsih.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/trihatmaningsih.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/trihatmaningsih.wordpress.com/329/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=trihatmaningsih.wordpress.com&amp;blog=7949604&amp;post=329&amp;subd=trihatmaningsih&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://trihatmaningsih.wordpress.com/2010/05/31/solusi-feng-shui-untuk-kamar-pengantin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8cb21c35194cce2f7bae5804deda8572?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">trihatmaningsih</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://trihatmaningsih.files.wordpress.com/2010/05/bride-foto-by-istimewa.jpg?w=200" medium="image">
			<media:title type="html">bride - foto by istimewa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Manis Lumer Kue Satu Kacang Hijau</title>
		<link>http://trihatmaningsih.wordpress.com/2010/04/30/manis-lumer-kue-satu-kacang-hijau/</link>
		<comments>http://trihatmaningsih.wordpress.com/2010/04/30/manis-lumer-kue-satu-kacang-hijau/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Apr 2010 16:05:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>trihatmaningsih</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>
		<category><![CDATA[Harian Surya]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan Rasa]]></category>
		<category><![CDATA[Racikan Tri...]]></category>
		<category><![CDATA[gula]]></category>
		<category><![CDATA[kacang hijau]]></category>
		<category><![CDATA[kue lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[kue satu]]></category>
		<category><![CDATA[panggang]]></category>
		<category><![CDATA[vanilie]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://trihatmaningsih.wordpress.com/?p=325</guid>
		<description><![CDATA[Setoples kue satu (Foto by habiburrohman untuk tri hatma) ADA yang menyebutnya kue satu, ada pula yang menjulukinya kue satru. Kue yang biasa disuguhkan dalam momentum Lebaran ini menggunakan kacang hijau sebagai bahan dasarnya. Rasanya yang manis, lembut dan langsung &#8230; <a href="http://trihatmaningsih.wordpress.com/2010/04/30/manis-lumer-kue-satu-kacang-hijau/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=trihatmaningsih.wordpress.com&amp;blog=7949604&amp;post=325&amp;subd=trihatmaningsih&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><a href="http://trihatmaningsih.files.wordpress.com/2010/04/kue-satu-foto-by-habiburrohman.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-326" title="KUE SATU -FOTO BY HABIBURROHMAN-" src="http://trihatmaningsih.files.wordpress.com/2010/04/kue-satu-foto-by-habiburrohman.jpg?w=300&#038;h=199" alt="" width="300" height="199" /></a>Setoples kue satu (Foto by habiburrohman untuk tri hatma)</em></p>
<p><strong>ADA </strong>yang menyebutnya kue satu, ada pula yang menjulukinya kue satru. Kue yang biasa disuguhkan dalam momentum Lebaran ini menggunakan kacang hijau sebagai bahan dasarnya. Rasanya yang manis, lembut dan langsung lumer begitu dijejalkan ke dalam mulut. <span id="more-325"></span></p>
<p>Kendati sudah jarang ditemukan dalam jajanan sehari-hari, kue satu kacang hijau ini masih bisa ditemukan di tooko-toko khusus yang menjual kue-kue untuk buah tangan. Namun jika ingin bernostalgia dengan membuat sendiri, kue satu kacang hijau ini begitu mudah diracik. Bahkan Anda bisa berkreasi rasa saat meraciknya. ***</p>
<p><strong>Kue Satu</p>
<p>Bahan:</strong><br />200 gram kacang hijau, disangrai, kupas kulitnya<br />175 gram gula halus<br /> 2 sendok makan air matang<br />1/4 sendok teh essence vanili</p>
<p><strong>Meraciknya:</strong><br /><strong>1. </strong> Kacang hijau sangrai dihaluskan dengan blender atau diulek hingga halus. Gunakan saringan untuk menghasilkan bubuk kacang hijau yang halus.</p>
<p><strong>2. </strong> Campur tepung kacang hijau ini dengan gula halus, vanili, dan air matang hingga menjadi adonan yang pulen. </p>
<p><strong>3. </strong>Cetak adonan di cetakan kue satu sambil ditekan-tekan supaya padat.<br />Baru kemudian panggang dalam oven yang sudah dipanaskan dalam suhu 150 derajat Celsius, sampai kering.</p>
<p><strong>4.</strong> Setelah matang, angkat cetakan, biarkan kue satu dingin, baru simpan dalam stoples. </p>
<p></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/trihatmaningsih.wordpress.com/325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/trihatmaningsih.wordpress.com/325/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/trihatmaningsih.wordpress.com/325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/trihatmaningsih.wordpress.com/325/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/trihatmaningsih.wordpress.com/325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/trihatmaningsih.wordpress.com/325/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/trihatmaningsih.wordpress.com/325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/trihatmaningsih.wordpress.com/325/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/trihatmaningsih.wordpress.com/325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/trihatmaningsih.wordpress.com/325/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/trihatmaningsih.wordpress.com/325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/trihatmaningsih.wordpress.com/325/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/trihatmaningsih.wordpress.com/325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/trihatmaningsih.wordpress.com/325/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=trihatmaningsih.wordpress.com&amp;blog=7949604&amp;post=325&amp;subd=trihatmaningsih&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://trihatmaningsih.wordpress.com/2010/04/30/manis-lumer-kue-satu-kacang-hijau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8cb21c35194cce2f7bae5804deda8572?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">trihatmaningsih</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://trihatmaningsih.files.wordpress.com/2010/04/kue-satu-foto-by-habiburrohman.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">KUE SATU -FOTO BY HABIBURROHMAN-</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kangen Sagon Kelapa</title>
		<link>http://trihatmaningsih.wordpress.com/2010/03/26/kangen-sagon-kelapa/</link>
		<comments>http://trihatmaningsih.wordpress.com/2010/03/26/kangen-sagon-kelapa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Mar 2010 16:14:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>trihatmaningsih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Harian Surya]]></category>
		<category><![CDATA[Racikan Tri...]]></category>
		<category><![CDATA[kelapa]]></category>
		<category><![CDATA[koyah]]></category>
		<category><![CDATA[kue satu kacang hijau]]></category>
		<category><![CDATA[kue semprit]]></category>
		<category><![CDATA[sagon kelapa]]></category>
		<category><![CDATA[tepung ketan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://trihatmaningsih.wordpress.com/?p=322</guid>
		<description><![CDATA[Seporsi Sagon Kelapa (foto by habiburrohman) SAGON, kue semprit, kue semprong, koyah, satu kacang hijau, hanyalah beberapa jenis jajanan tempo dulu yang keberadaannya mulai langka tergerus jajanan modern. Jajanan tempo dulu yang sangat diakrabi lidah para orangtua, paman, bibi, dan &#8230; <a href="http://trihatmaningsih.wordpress.com/2010/03/26/kangen-sagon-kelapa/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=trihatmaningsih.wordpress.com&amp;blog=7949604&amp;post=322&amp;subd=trihatmaningsih&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://trihatmaningsih.files.wordpress.com/2010/03/sagon-kelapa-foto-by-habiburrohman.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-323" title="SAGON KELAPA -FOTO BY HABIBURROHMAN-" src="http://trihatmaningsih.files.wordpress.com/2010/03/sagon-kelapa-foto-by-habiburrohman.jpg?w=300&#038;h=196" alt="" width="300" height="196" /></a><em>Seporsi Sagon Kelapa (foto by habiburrohman) </em></p>
<p><strong>SAGON</strong>, kue semprit, kue semprong, koyah, satu kacang hijau, hanyalah beberapa jenis jajanan tempo dulu yang keberadaannya mulai langka tergerus jajanan modern. Jajanan tempo dulu yang sangat diakrabi lidah para orangtua, paman, bibi, dan kakek, nenek ini jauh di kenal anak-anak masa kini. Kaum muda ini tentu relative akrab dengan donat dan pizza. Beda zaman, beda selera. Kalaupun jajanan tempo dulu ini ingin diburu, justru hanya bisa ditemukan di beberapa toko yang khusus menyediakan jajanan sebagai oleh-oleh atau buah tangan. <span id="more-322"></span></p>
<p>Jika pun harus di datangi langsung di sentra perajin jajanan tempo dulu, tidak setiap hari beruntung menemukan aktivitas mereka tengah asyik meracik jajanan yang banyak menyimpan kenangan ini. Suasana ramai meracik jajanan tempo dulu hanya ramai di saat-saat tertentu saja. Misalnya saat Lebaran tiba.</p>
<p>Namun, membawa pulang sebungkus atau dua bungkus jajanan tempo dulu ini tentu mampu mengobati rasa kangen. Dan jika memiliki waktu luang untuk meracik sendiri jajanan tempo dulu, mengapa tidak?</p>
<p>Minggu ini cobalah memupus rasa rindu dengan membuat sagon kelapa dan satu kacang hijau.</p>
<p>Resep dasar jajanan tempo dulu ini  bisa dibuat dengan menambahkan bahan lain sebagai citarasa baru. Atau, buatlah racikan asli seperti jaman kita muda dulu, semua terserah Anda. ***</p>
<p><strong>Sagon Kelapa</p>
<p>Bahan:</strong><br />
300 gram kelapa parut sungrai (panjang), sangrai kering<br />
250 gram tepung ketan<br />
1/2 sendok teh garam<br />
175 gram gula pasir<br />
50 ml air</p>
<p><strong>Meraciknya:<br />
1</strong>. Campur kelapa, tepung ketan, gula pasir, aduk rata dengan memercikkan air matangdi atas adonan, hingga tidak ada bagian yang menggumpal.</p>
<p><strong>2.</strong> Ambil sesendok adonan, lalu isi ke dalam cetakan oval. Tekan-tekan agar padatkan, lalu keluarkan dan atur di dalam loyang kue. Lakukan hingga adonan habis. Baru panggang dalam oven yang sudah dipanaskan hingga kue kering dan matang (sekitar 20 &#8211; 25 menit).</p>
<p><strong>3. </strong>Setelah matang, angkat kue dan biarkan dingin sebelum disimpan dalam stoples.</p>
<p><strong>TIPS<br />
&gt; </strong>Tepung ketan bisa juga diganti dengan tepung sagu dengan takaran yang sama, meski citarasa akhir sagon memiliki sedikit perbedaan.</p>
<p><strong>&gt;</strong> Ada juga dari bahan peracik yang sama, masih diimbuhkan margarine, kuning telur, dan vanili. Jika Anda menambahkan margarine sebagai salah bahan peracik sagon, langkah awal yang harus dilakukan adalah dengan menggocok margarine hingga pucat, lalu campur kuning telur dalam campuran margarine, kocok kembali sebentar agar adonan tercampur rata, sisihkan.</p>
<p><strong>&gt;</strong> Dalam wadah lain campur bahan campur bahan kelapa parut, gula, vanili, dan garam, aduk rata dengan cara meremas-remasnya hingga rata, baru masukkan tepung sagu/ketan. Aduk kembali, lalu masukkan kocokan margarine. Olah seperti biasa dengan cara memanggangnya hingga matang.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/trihatmaningsih.wordpress.com/322/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/trihatmaningsih.wordpress.com/322/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/trihatmaningsih.wordpress.com/322/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/trihatmaningsih.wordpress.com/322/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/trihatmaningsih.wordpress.com/322/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/trihatmaningsih.wordpress.com/322/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/trihatmaningsih.wordpress.com/322/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/trihatmaningsih.wordpress.com/322/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/trihatmaningsih.wordpress.com/322/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/trihatmaningsih.wordpress.com/322/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/trihatmaningsih.wordpress.com/322/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/trihatmaningsih.wordpress.com/322/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/trihatmaningsih.wordpress.com/322/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/trihatmaningsih.wordpress.com/322/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=trihatmaningsih.wordpress.com&amp;blog=7949604&amp;post=322&amp;subd=trihatmaningsih&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://trihatmaningsih.wordpress.com/2010/03/26/kangen-sagon-kelapa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8cb21c35194cce2f7bae5804deda8572?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">trihatmaningsih</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://trihatmaningsih.files.wordpress.com/2010/03/sagon-kelapa-foto-by-habiburrohman.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">SAGON KELAPA -FOTO BY HABIBURROHMAN-</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dibuai Kelezatan Jamur</title>
		<link>http://trihatmaningsih.wordpress.com/2010/03/14/dibuai-kelezatan-jamur/</link>
		<comments>http://trihatmaningsih.wordpress.com/2010/03/14/dibuai-kelezatan-jamur/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Mar 2010 17:02:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>trihatmaningsih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Harian Surya]]></category>
		<category><![CDATA[Racikan Tri...]]></category>
		<category><![CDATA[diet]]></category>
		<category><![CDATA[fungi]]></category>
		<category><![CDATA[jamur]]></category>
		<category><![CDATA[jamur enoki]]></category>
		<category><![CDATA[jamur kuping]]></category>
		<category><![CDATA[jamur portobelo]]></category>
		<category><![CDATA[jamur tiram]]></category>
		<category><![CDATA[porcini]]></category>
		<category><![CDATA[shitake]]></category>
		<category><![CDATA[sup jamur]]></category>
		<category><![CDATA[tumis jamur]]></category>
		<category><![CDATA[vegetarian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://trihatmaningsih.wordpress.com/?p=318</guid>
		<description><![CDATA[Jamur tiram yang memesona juga lezat luar biasa (foto by ISTIMEWA) JAMUR, jenis tumbuhan yang satu ini identik dengan tanaman yang kaya kandungan klorophil karena kurang mampu mengembangbiakkan diri melewati proses photosintesis. Namun, jamur memiliki kemampuan menyerap nutrisi dari beragam &#8230; <a href="http://trihatmaningsih.wordpress.com/2010/03/14/dibuai-kelezatan-jamur/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=trihatmaningsih.wordpress.com&amp;blog=7949604&amp;post=318&amp;subd=trihatmaningsih&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><a href="http://trihatmaningsih.files.wordpress.com/2010/03/jamur-tiram-foto-by-istimewa.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-319" title="JAMUR TIRAM -foto by ISTIMEWA-" src="http://trihatmaningsih.files.wordpress.com/2010/03/jamur-tiram-foto-by-istimewa.jpg?w=300&#038;h=193" alt="" width="300" height="193" /></a>Jamur tiram yang memesona juga lezat luar biasa (foto by ISTIMEWA) </em></p>
<p><strong>JAMUR</strong>, jenis tumbuhan yang satu ini identik dengan tanaman yang kaya kandungan klorophil karena kurang mampu mengembangbiakkan diri melewati proses photosintesis. Namun, jamur memiliki kemampuan menyerap nutrisi dari beragam material yang ada di sekitarnya untuk bertahan hidup. Di pasaran ada begitu banyak variasi jamur yang aman dikonsumsi. Nama, jenis, ukuran, warna, dengan tekstur yang indah hingga yang paling aneh. Dengan kelembutannya yang memesona hingga penampilannya yang paling vulgar. <span id="more-318"></span></p>
<p>Lepas dari penampilannya, jamur sangat disukai lantaran kelezatan serta kandungan nutrisinya yang relatif lengkap. Citarasa jamur juga sangat lezat, bahkan menyamai kelezatan dan kekenyalan daging ayam atau sapi. Bagi penganut gaya hidup vegetarian, jamur menjadi salah satu jenis sayuran yang paling banyak dipilih.</p>
<p>Jamur, bukan saja diolah menjadi tumisan sayur, sup, atau salad. Jamur juga bisa disuguhkan sebagai cemilan selingan yang sehat. Jamur dengan ukuran besar, misalnya jamur portobello, jamur khas Italia berbentuk bulat mirip jamur payung ini memiliki ukuran diameter relatif besar, sehingga bisa diisi dengan beragam isian, kemudian dipanggang hingga matang.</p>
<p>Citarasa jamur pun selain lezat juga dikenal sangat eksotis. Jamur morel, jamur chanterelle, dan jamur tiram adalah beberapa contoh. Bentuk dan ukuran jamur yang dikenal liar ini sangat indah dan memiliki ukuran serta diameter relatif besar dibandingkan jenis jamur lainnya. Daging jamurnya pun sungguh kenyal dan kaya serat.</p>
<p>Mereka yang tengah berdiet, banyak menjatuhkan pilihan menu pada jamur. Itu lantaran jamur mengandung 90 persen air dan hanya secuil saja kalori. Sementara kandungan lemak dan karbohidratnya sangat rendah dan jauh dari kolesterol. Protein dan vitamin (B, C, D, A) menambah keunggulan jamur. Mengolah jamur membutuhkan ketelatenan, karena dalam proses memasak kandungan vitamin pada jamur bisa mudah rusak.</p>
<p>Beberapa jenis jamur bisa ditemukan tumbuh sepanjang tahun. Misalnya jamur portobello, shitake, cremini dan jamur tiram. Sementara jamur porcini, morel, chanterelle, hanya ditemukan dalam musim-musim tertentu saja.</p>
<p>Beberapa jamur jenis ini memang jarang ditemukan di Indonesia. Beberapa jamur ada yang diimpor dan bisa ditemukan di sejumlah pasar swalayan terkemuka saja. Ada yang dalam kondisi segar, namun lebih banyak yang ditemukan dalam kondisi sudah dikeringkan.</p>
<p>Tidak terlalu susah untuk memilih jamur yang baik. Untuk jamur segar, pilih jamur yang masih segar, warna dan teksturnya belum berubah warna, dagingnya tetap lembut dan kenyal, serta tidak lembek. Pastikan tidak ada warna cokelat di bagian bawah tudung jamur ataupun tepian tudung yang menandakan jamur sudah mulai layu.</p>
<p>Sementara untuk jamur yang sudah dikeringkan, pastikan jamur dikemas dalam kemasan yang tidak cacat, meski hanya seukuran lubang jarum. Karena kemasan yang cacat akan memengaruhi citarasa jamur ketika diolah.</p>
<p>Jika memiliki jumlah jamur berlebih dan belum sempat mengolahnya, jamur bisa disimpan di dalam lemari es, namun jangan mencucinya terlebih dulu. Sebaiknya pula, jamur tidak dikemas dalam plastik saat akan disimpan di dalam lemari es. Jamur akan bertahan tiga hingga empat hari dalam lemari pendingin. Cara terbaik menikmati kelezatan jamur adalah dengan mengolahnya secepat mungkin dan tanpa transit di dalam lemari es. Jika tidak, gunakan saja jamur dalam kemasan kaleng atau jamur yang sudah dikeringkan.</p>
<p><strong>Mengolah Jamur</strong></p>
<p><em>Jamur kuping yang kenyal (foto by ISTIMEWA)<a href="http://trihatmaningsih.files.wordpress.com/2010/03/jamur-kuping-foto-by-istimewa.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-320" title="JAMUR KUPING -foto by ISTIMEWA-" src="http://trihatmaningsih.files.wordpress.com/2010/03/jamur-kuping-foto-by-istimewa.jpg?w=200&#038;h=300" alt="" width="200" height="300" /></a></em></p>
<p>Jangan memotong-motong jamur jika tidak segera diolah menjadi masakan. Sebaiknya jangan memakai air untuk membersihkan jamur dari kotoran, karena air justru akan merusak citarasa dan tekstur jamur. Cukup gunakan sikat bergigi lembut untuk menyingkirkan kotoran dan tanah yang menempel di badan jamur. Jika memang terpaksa harus menggunakan air, gunakan sesedikit mungkin air dan segera keringkan dengan serbet kertas.</p>
<p>Untuk jamur yang sudah dikeringkan, lembutkan dengan mencelupkannya dalam air panas atau kaldu ayam selama 30 menit, baru kemudian keringkan sisa air dan kaldu yang menempel pada jamur dengan menggunakan serbet kertas. Itu karena sisa air atau kaldu ayam tetap terbawa jamur ketika diolah menjadi masakan. Atau, cuci kembali jamur jika masih terdapat sisa tanah atau kotoran yang terselip di antara badan jamur, kemudian keringkan dan olah seperti biasa. ***</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/trihatmaningsih.wordpress.com/318/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/trihatmaningsih.wordpress.com/318/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/trihatmaningsih.wordpress.com/318/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/trihatmaningsih.wordpress.com/318/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/trihatmaningsih.wordpress.com/318/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/trihatmaningsih.wordpress.com/318/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/trihatmaningsih.wordpress.com/318/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/trihatmaningsih.wordpress.com/318/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/trihatmaningsih.wordpress.com/318/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/trihatmaningsih.wordpress.com/318/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/trihatmaningsih.wordpress.com/318/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/trihatmaningsih.wordpress.com/318/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/trihatmaningsih.wordpress.com/318/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/trihatmaningsih.wordpress.com/318/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=trihatmaningsih.wordpress.com&amp;blog=7949604&amp;post=318&amp;subd=trihatmaningsih&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://trihatmaningsih.wordpress.com/2010/03/14/dibuai-kelezatan-jamur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8cb21c35194cce2f7bae5804deda8572?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">trihatmaningsih</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://trihatmaningsih.files.wordpress.com/2010/03/jamur-tiram-foto-by-istimewa.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">JAMUR TIRAM -foto by ISTIMEWA-</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://trihatmaningsih.files.wordpress.com/2010/03/jamur-kuping-foto-by-istimewa.jpg?w=200" medium="image">
			<media:title type="html">JAMUR KUPING -foto by ISTIMEWA-</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
